Penyusutan atau depresiasi adalah proses pengalokasian sebagian harga dari perolehan aset tetap berwujud atau beban yang dikeluarkan secara berkala selama waktu pemakaian aset tersebut yang dibebankan setiap periode akuntansi secara sistematik dan rasional.
Semua jenis aset tetap kecuali tanah,makin berkurang kemampuannya untuk memberikan jasa bersamaan dengan berlalunya waktu. Berkurangnya kapasitas yang tersedia berarti berkurangnya nilai aset yang bersangkutan.
Tujuan Penyusutan adalah mencapai prinsip pengaitan (matching principle),yakni mengaitka pendapatan pada satu priode akuntansi dengan beban dari barang-barang dan jasa yang dikonsumsi guna menghasilkan pendapatan tersebut.penyusutan untuk setiap periode akuntansi diakui sebagai beban untuk periode yang bersangkutan.
Faktor Penyebab Penyusutan :
- Penyusutan Fisik ,terjadi karena kerusakan dan keausan ketika digunakan dan karena pengaruh cuaca.
- Penyusutan Fungsional,terjadi jika aktiva tetap yang dimaksud tidak lagi mampu menyediakan manfaat dengan tingkat yang seperti yang diharapkan.
Penilaian Biaya Penyusutan
Menurut lubis (2009).penilaian biaya penyusutan dapat dilihat dari tiga faktor yaitu:
- Harga Perolehan. harga perolehan adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli aktiva tersebut sampai aktiva itu dapat digunakan oleh perusahaan .
- Perkiraan Umur Kegunaan ,adalah periode dimana perusahaan dapat memanfaatkan aktiva tersebut atau jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan akan diperoleh dari aset tersebut oleh entitas. umur kegunaan biasanya ditetapkan dalam jumlah tahun.
- Nilai Residual,atau biasa disebut nilai sisa yang merupakan nilai kas yang diharapkan dari aktiva tetap tersebut pada akhir masa kegunaannya.
Metode Perhitungan Akuntansi
Menurutt Ikatan Akuntansi Indonesia (2009),metode penyusutan yang digunakan untuk aset harus review minimun setiap akhir tahun buku dan apabila terjadi perubahan yang signifikan dalam ekpektasi pola konsumsi manfaat ekonomi masa depan dari aset tersebut. Maka metode yang digunakan saat ini harus diubah menjadi yang lebih baik lagi sehingga perubahan tersebut menjadi perubahan estimasi akuntansi.
Menurut ikatan akuntansi (2009),terdapat tiga metode perhitungan penyusutan yaitu:
- Metode garis lurus, suatu metode perhitungan penyusutan aset tetap dan setiap periode akuntansi diberikan beban yang sama secara merata. metode ini meripaka metode yang paling sederhana digunakan karena adanya kegunaan yang konstan dari suatu aset selama masa manfaafnya. Metode ini merupakan metode yang mendasarkan alokasi dari fungsi waktu penggunaan aset.
- Metode pembebanan menurun,yaitu beban penyusutan semakin menurun dari tahun ketahun. Pembebanan makin didasarkan pada anggapan bahwa semakin tua kapasitas aset yang Memberikan jasanya akan semakin menurun juga. metode pembebanan menurun memberikan pembebanan biaya depresiasi yang lebih tinggi pada tahun ketahun awal dari umur aset dan pembebanan yang rendah pada tahun-tahun akhir.
- Metode jumlah unit produksi ,suatu metode pengitungan penyusutan aset tetap,beban penyusutan pada suatu priode akuntansi dihitung berdasarkan beberapa banyak produk yang dihasilkan priode akuntansi tersebut dengan mempergunakan aset tetap tersebut.metode ini mengasumsikan pembebanan depresiasi sebagai fungsi dari penggunaan atau produktivitas aset.
Terimakasih telah membaca postingan saya yang satu ini semoga bermanfaat bagi anda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar